Perkembangan teknologi farmasi terus berkembang dari tahun ke tahun. Hal yang sama juga dialami di Indonesia.
Menariknya, di Indonesia yang paling berkembang adalah obat herbal. Menurut pendiri Kalbe Farma, Boenjamin Setiawan perkembangan teknologi farmasi di Indonesia selalu dimulai dari herbal atau jamu. Bahkan, dulu obat herbal di Indonesia paling dipandang dunia.
"Saya kira perkembangan teknologi kita selalu dimulai dari herbal. Herbal itu jamu. Di seluruh dunia herbal nomor satu," ungkap Dr Boen sapaan akrab Boenjamin Setiawan saat berbincang santai di kantornya, Jakarta, kemarin (04/05).
Namun, lain dulu lain sekarang. Saat ini obat herbal paling berkembang adalah China. Pasalnya, kata dia, China memiliki komitmen yang kuat untuk mengembangkan obat-obatan herbal. Setelah China, disusul India. Baru Indonesia berada di urutan ketiga.
"Di Indonesia, nomor satu produsen obat herbal itu Sido Muncul, Pak Irwan Hidayat. Dia hebat, promosinya. Nomor kedua Deltomed. Nyonya Meneer ketiga," katanya.
Dia pun tak menampik jika obat herbal masih dikembangkan lantaran khasiatnya sudah terbukti sejak abad 16. Bahkan menurutnya, secara industri pasar obat-obatan herbal mencapai Rp 15 triliun di tahun 2014.
"Saya kira perkembangan teknologi kita selalu dimulai dari herbal. Herbal itu jamu. Di seluruh dunia herbal nomor satu," ungkap Dr Boen sapaan akrab Boenjamin Setiawan saat berbincang santai di kantornya, Jakarta, kemarin (04/05).
Namun, lain dulu lain sekarang. Saat ini obat herbal paling berkembang adalah China. Pasalnya, kata dia, China memiliki komitmen yang kuat untuk mengembangkan obat-obatan herbal. Setelah China, disusul India. Baru Indonesia berada di urutan ketiga.
"Di Indonesia, nomor satu produsen obat herbal itu Sido Muncul, Pak Irwan Hidayat. Dia hebat, promosinya. Nomor kedua Deltomed. Nyonya Meneer ketiga," katanya.
Dia pun tak menampik jika obat herbal masih dikembangkan lantaran khasiatnya sudah terbukti sejak abad 16. Bahkan menurutnya, secara industri pasar obat-obatan herbal mencapai Rp 15 triliun di tahun 2014.
0 komentar:
Post a Comment